Sabbah’s blog November 21, 2007

Video Transcript:

Cameraman: What are you doing here?
Girl: Going back home from school!
Cameraman: Where are you going now?
Girl: Home!
Cameraman: Where is your home?
Girl: Behind the Wall!

Boy: My home is behind this wall. We study at Bet Nabal!
Cameraman: What happened here today?
Boy: They closed the passage, we are not able to go through

Cameraman: Where do you live?
Boy: Pointing to the Apartheid Wall… I live here! Yesterday the passage was open, now they closed it.
Cameraman: Now how are you going to go home?
Boy: I don’t know how to go back home. The passage is closed.
Cameraman: Where does your mother and family live?
Boy: My mother and family live here… right behind the wall and I can’t reach them now.
Read the rest of this entry »

Dalam Mahzab Syafi’i, jika seseorang mengatakan, “Seandainya fulan itu menjadi nabi, maka aku membenarkannya”, maka, perkataan seperti itu sudah murtad

Oleh:Thoriq*

Fatwa MUI tentang sesatnya aliran Al-Qiyadah disambut positif oleh mayoritas umat Islam Indonesia yang menghendaki kejelasan hukum atas kehadiran kelompok ini. Akan tetapi seperti biasa, kelompok liberal tidak akan rela dengan munculnya fatwa itu. Salah satu diantara mereka adalah penulis “Sesatnya Kriteria Sesat”, Mohamad Guntur Romli.
(Jawapos, 14/11). Intinya, ia tidak setuju dengan kriteria sesat yang telah ditetapkan MUI, karena ia berpendapat bahwa penyesatan hanya milik Allah.

Tentu, pernyataan si penulis ini otomatis batal dengan perkataan ia sendiri, karena ia sendiri “menyesatkan” kriteria MUI. Kita bisa pakai logika si penulis juga, mengapa dia berani “menyesatkan” fatwa MUI? Bukankah ia menyatakan bahwa sesat dan tidak sesat adalah hak Allah? Ini menunjukkan bahwa si penulis “plin-plan” terhadap sikapnya. Karena, kalau ia konsisten, tentu ia tidak perlu “menyesatkan” fatwa MUI.

Ia juga berpendapat bahwa para ulama tidak memiliki wewenang untuk menghukumi seseorang kafir atau tidak. Pendapat ini perlu dalil shorih yang menjelaskan bahwa ulama memang tidak boleh mengkafirkan seseorang yang sudah jelas-jelas tidak mengakui seluruh atau sebagian syari’at, atau mengingkari risalah Rasulullah atau mengingkari hal-hal yang mutawatir atau mengingkari bahwa Rasulullah adalah utusan terakhir. Dan tidak cukup sampai di situ, si penulis juga harus bisa menunjukkan dalil sharih yang menyatakan bahwa orang yang sudah melakukan pengingkaran sampai tahap itu masih bisa dianggap Muslim.
Read the rest of this entry »

Kontradiksi Dalam Injil

November 16, 2007

“ Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu… (QS.An-Nisaa’ : 48)

[421]. Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya.
[422]. Maksudnya: umat Nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat yang sebelumnya.

Kontradiksi Perjanjian Lama

1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
a. Kileab (II Samuel 3: 2-3). “Di Hebron lahirlah bagi Daud…anaknya yg ke dua ialah Kileab
b. Daniel (I Tawarikh 3: 1) “Inilah anak-anak Daud….anak yang kedua ialah Daniel
Read the rest of this entry »

10 Kriteria Aliran Sesat MUI

November 14, 2007

1. Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam
2. Meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i (Alquran dan Assunah)
3. Meyakini turunnya wahyu sesudah Alquran
4. Mengingkari autentisitas dan kebenaran Alquran
5. Menafsirkan Alquran yang tidak berdasar kaidah-kaidah tafsir
6. Mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam
7. Menghina, melecehkan, dan/atau merendahkan nabi dan rasul
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
9. Mengubah, menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariat.
10. Mengafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.

“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]

”Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia pada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik.” [An Nisaa’:59]

“Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)

Download : File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya”.

Untuk menjawab situs FFI yang bertujuan memurtadkan pemeluk agama Islam agar berpaling dari agamanya, beberapa situs telah dibuat untuk menjawab kebohongan dan kedengkian mereka terhadap agama Islam. Atheis hanyalah tameng belaka untuk menutupi Kristen sebagai agama mereka.

Situs-situs yang mengcounter FFI atau situs penghujatan islam lainnya :

Situs-situs Indonesia yang menyerang balik Kristen:

Senin, 22 Okt 07 10:53 WIB

Para tentara Israel ternyata memang sangat menikmati melakukan penyiksaan terhadap warga Palestina, baik laki-laki maupun perempuan. Penyiksaan itu mereka lakukan hanya untuk melepaskan energi mereka yang berlebih.

Hal ini terungkap dari hasil riset yang dilakukan Nufar Yishai-Karin, pakar psikologi klinis di Universitas Hebrew. Dalam risetnya, ia melakukan wawancara dengan 18 tentara dan tiga pegawai sipil Israel, yang bertugas di basis militer Israel di Rafah, Jalur Ghaza. Dari para narasumbernya itu, ia mendapatkan pengakuan bahwa penyiksaan brutal terhadap warga Palestina merupakan aktivitas rutin para tentara Israel.

“Pada satu titik atau suatu saat dalam masa tugas mereka, mayoritas tentara yang diwawancarai mengaku senang melakukan kekerasan, ” kata Nufar Yishai-Karin pada The Observer, edisi hari Minggu (21/10).

Setelah pensiun dari kemiliteran Israel, Yishai-Karin menghabiskan waktu tujuh tahun untuk meneliti perilaku kejam para prajurit Israel, sejak pecah gerakan intifada tahun 1980-an dan 1990-an. Read the rest of this entry »

Who Wrote the Bible?

Oktober 21, 2007

Who Wrote the Bible? [1/11]

Read the rest of this entry »