Jeritan Seorang Perawan Tua
Desember 5, 2007
Diambil dari mailing list assunnah@yahoogroups.com
Date: Tue, 03 May 2005 15:48:02 +0700
From: “Admin Jilbab Online”
Subject: ::Kisah:: Jeritan seorang Perawan Tua
Jeritan seorang Perawan Tua
Fenomena bertambahnya jumlah wanita yang terlambat menikah (perawan tua) menjadi satu perkara yang menakutkan saat ini, mengancam kebanyakan pemudi-pemudi di masyarakat kita yang Islami, bahkan di seluruh dunia. Berikut ini marilah kita mendengarkan salah satu jeritan mereka :
Majalah Al-Usrah edisi 80 Dzulqa’dah 1420 H menuliskan jeritan seorang perawan tua dari Madinah Munawaroh,”Semula saya sangat bimbang sebelum menulis untuk kalian karena ketakutan terhadap kaum wanita karena saya tahu bahwasanya mereka akan mengatakan bahwa aku ini sudah gila, atau kesurupan. Akan tetapi, realita yang aku alami dan dialami pula oleh sejumlah besar perawan-perawan tua, yang tidak seorang pun mengetahuinya, membuatku memberanikan diri. Saya akan menuliskan kisahku ini dengan ringkas.
Read the rest of this entry »
Seorang direktur sebuah perusahaan yang sangat sukses, sedang berjalan-jalan dengan istrinya… karena memang lagi santai… dia nyetir sendiri…
Setelah lama keliling-keliling, tak terasa indikator bensin di mobilnya hampir menyentuh huruf ‘E’ alias minta diisi…. Maka mampirlah mereka ke sebuah pompa bensin..
Salah seorang kru SPBU mengarahkan mobil sang direktur tsb untuk diisi….
“Silahkan Pak, mau yang biasa apa yang super….?” tanya petugas pom bensin tsb dgn sopan.
“Yang super donk… full ya..!” sang direktur memberikan instruksi dengan loud and clear…
“Baik Pak, dimulai dari angka nol ya Pak…” jawab si petugas dengan full senyum sesuai SOP.
Menunggu mobilnya diisi bensin… sang direktur dan istrinya tetap berada dalam mobil sambil berbincang-bincang ttg keadaan ekonomi rumah tangga dan keluarga mereka yang tentu sudah termasuk golongan ‘the have’ persis seperti mereka yang demo busway di pondok indah…. Anak-anak? Jangan tanya…. Anak-anak mereka sdg kuliah di luar negeri…
Read the rest of this entry »
Perangkat Tikus
November 16, 2007
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam “hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak
” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkat tikus”
Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”
Read the rest of this entry »
Ketika Mas Gagah Pergi
November 15, 2007
Ketika Mas Gagah Pergi
Oleh : Helvi Tyana Rosa
Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!
Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.
Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.
Read the rest of this entry »
Dracula: Fakta yang Menjadi Fiksi
November 14, 2007
Dracula: Fakta yang Menjadi Fiksi
(Makalah ini disampaikan dalam bedah buku “Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM)
Oleh: Ragil Nugroho
Sejarah semestinya menjadi cermin paling jernih bagi umat manusia untuk menatap masa depan.Tetapi bagaimana kalau sejarah telah dibelokan oleh kelompok pemenang?
Sejarah Superhero
Filsuf dan sekaligus aktivis gerakan kiri Italia, Antonia Gramsci, dalam teorinya tentang hegemoni (peracunan kesadaran), mengungkapkan bahwa seringkali sejarah ditentukan oleh kekuasaan yang menang. Sejarah semacam ini akan memuja kelas yang berkuasa dan sekaligus mencemooh kelas yang kalah; ia hanya akan berbicara tentang para raja bukan tentang para kawula. Akibatnya, kelas yang subaltern (dikalahkan) harus berada di luar gelanggang sejarah, yang artinya tidak mempunyai peran apa-apa dalam sejarah. Sehingga tepat kalau sejarah jenis ini disebut sejarah “Superhero”.
Lebih lanjut Gramsci dalam bukunya yang cukup fenomenal, Notes on Italian History (1934), menuturkan bahwa sebetulnya kelas subalternmereka ini terdiri dari petani, buruh, kaum miskin perkotaan, gelandangan dan kelompok-kelompok lain yang termarjinalkan mempunyai sejarah sendiri yang tidak kalah kompleksnya dengan sejarah kelas yang berkuasa. Akan tetapi, akibat posisi yang tertindas membuat mereka tak bisa menuliskan sejarah mereka sendiri dan harus menerima “sejarah resmi” yang dibuat oleh kelas yang berkuasa.
Read the rest of this entry »


