Seorang direktur sebuah perusahaan yang sangat sukses, sedang berjalan-jalan dengan istrinya… karena memang lagi santai… dia nyetir sendiri…
Setelah lama keliling-keliling, tak terasa indikator bensin di mobilnya hampir menyentuh huruf ‘E’ alias minta diisi…. Maka mampirlah mereka ke sebuah pompa bensin..
Salah seorang kru SPBU mengarahkan mobil sang direktur tsb untuk diisi….
“Silahkan Pak, mau yang biasa apa yang super….?” tanya petugas pom bensin tsb dgn sopan.
“Yang super donk… full ya..!” sang direktur memberikan instruksi dengan loud and clear…
“Baik Pak, dimulai dari angka nol ya Pak…” jawab si petugas dengan full senyum sesuai SOP.
Menunggu mobilnya diisi bensin… sang direktur dan istrinya tetap berada dalam mobil sambil berbincang-bincang ttg keadaan ekonomi rumah tangga dan keluarga mereka yang tentu sudah termasuk golongan ‘the have’ persis seperti mereka yang demo busway di pondok indah…. Anak-anak? Jangan tanya…. Anak-anak mereka sdg kuliah di luar negeri…
Read the rest of this entry »
Para Suamilah Penyebabnya..!!
November 17, 2007
Para Suami lah penyebabnya, akan tetapi … !!
Ketika mata-mata para isteri terbuka lebar, lisannya mulai “berani” berbicara, dan suaranya pun mulai nyaring, maka aku tidak jadi menasihati mereka dan hanya berusaha diam dan membisu…. Segala tetek-bengek mulai membuat sumpek: wajah tidak sumringah; pendengaran jadi berat manakala aku ingin mengajaknya berbicang-bincang tentang kelalaian kami, tentang malasnya kami dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, dan suka berleha-leha dengan waktu, dan … dan.. masih banyak lagi. Akan tetapi, kami tidak pernah membicarakan permasalahan suami dan hak-haknya kepada kami dan kewajiban mereka kepada kami, sampai akhirnya terjadilah apa yang terjadi …
a) Diantara mereka (para isteri) ada yang berkata, “Jasa apa yang telah ia (suami) lakukan, sehingga kalian mengatakan bahwa hak seorang suami dari kami adalah sangat besar, bahwa Rasulullah menyatakan seandainya diperintahkan seseorang untuk bersujud kepada sesama manusia, tentu aku akan perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya.?
b) Dan jika kita tanya kepada para isteri tentang segala permasalahan yang dihadapinya dalam keluarga di zaman ini -padahal aku mengira dengan pasti bahwa awal penyebab semua itu adalah sedikitnya dzikir kepada Allah, jauhnya kita dari Allah, tidak mengamalkan agama- maka tidak ada jawaban yang keluar dari lisan mereka (para isteri di zaman ini) selain: suami-lah penyebab semua ini, demi Allah !! Sungguh menyesakkan dadaku, demi Allah, bahkan miris ketika terdengar kabar dari kami-kami ini (para isteri dan para suami) hal yang memilukan. Allah berfirman, “Dan kami taqdirkan terjadinya mawaddah wa rahmah di antara kalian”. Akan tetapi kami (para isteri) malah mengatakan, “Sebab terjadinya kegundahan dan malapetaka yang menimpa kami adalah para suami.” Dan para suami pun mengatakan, “Wanita-lah penyebab semua itu.”!! Seolah kita (suami dan isteri) adalah dua pihak yang saling berusaha menjatuhkan atau mengalahkan lawannya, dan mencerca aib-aib dan kekurangannya, padahal Allah berfirman, “Sebagai pasangan bagi masing-masing seperti satu jasad, dan satu nyawa….
Read the rest of this entry »
Janji Pahala Bagi Istri
November 16, 2007
Untuk mendapatkan keberkatan dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Taala maka bagi muslimah adalah terletak pada tanggung jawab dan perannya sebagai seorang isteri. Diantara tanggung jawab yang wajib bagi isteri dan InshaALLAH akan mendapat pahala dari sisi ALLAH adalah …
1. Memberi / membuat segelas air untuk suami :
Fadhilat : mendapat pahala puasa sunat 1 tahun.
2. Menyedia / memasak makanan yang mengenyangkan suami :
Fadhilat : mendapat pahala haji dan umrah
3. Perkhidmatan kepada suami :
Fadhilat : mendapat pahala yang tidak putus-putus
4. Mengandung benih suami
Fadhilat : mendapat pahala syahid
5. Isteri mandi Junub dengan suami
Fadhilat : pahalanya seperti sedekah 1000 ekor kambing pada fakir miskin
6. Suami meninggal dunia dahulu dari isteri dan meninggalkan anak
Fadhilat : isteri mendidik anak itu menjadi seorang yg soleh/orang yang berguna dengan didikan agama yang sempurna. maka suami tetap mendapat pahala dan menjadi benteng dari api neraka. dan sekiranya isteri berkahwin lain suami yg meninggal itu tetap dapat pahala sekiranya didikan Isteri pada anak-anak berterusan dengan baik.
7. Isteri yang memandang suami dengan harmoni dan menyukakan
Fadhilat : seolah-olah berzikir kpd Allah
8. Sekiranya seorang isteri meninggal dunia dengan keredhaan suaminya maka dia akan masuk syurga.
Manfaat Lain Dari ASI
November 16, 2007
Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama 2 tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan….”(Q.S. ALbaqoroh:233)
Peran ASI bagi ibu
ASI tidak hanya bermanfaat bagi bayi,tapi juga mendukung kesehatan ibu, diantaranya sbb:
1.mencegah pendarahan pasca persalinan dan mempercepat pulihnya kembali rahim ke bentuk semula.
2.menunda masa subur,dengan syarat bayi belum diberi makanan lain,usia bayi kurang dari 6bln& belum haid.
3.menurunkan resiko anemia4.menimbulkan perasaan dibutuhkan5.mengurangi kemungkinan Ca mammae& ovariummanfaat ASI bagi bayi1.komposisi sesuai kebutuhan2.kalori dari ASI memenuhi3.ASI mengandung zat pelindung
4.perkembangan psikomotorik anak lebih cepat
5.menunjang perkembangan kognitif
6.menunjang perkembangan penglihatan
7.memperkuat ikatan bathin ibu dan anak
8.dasar perkembangan emosi yang kuat
9.dasar perkembangan kepribadian yang percaya diri
Read the rest of this entry »
Kue
November 16, 2007
Ibnu Abbas bukan cuma seorang yang pandai dan cerdik, tetapi juga tampan. Banyak gadis tergila-gila padanya. Namun, dia hanya ingin beristri wanita salihah. Allah mengabulkan keinginannya.
Pada suatu hari, istrinya diajak bersilaturahmi ke semua kerabat dan handai taulan. Tetapi, orang-orang, terutama kaum lelaki, selalu lebih melirik pada sang istri ketimbang Ibnu Abbas. Ibnu Abbas merasakan lirikan itu penuh nafsu dan gairah. Hal ini membuatnya galau. Akhirnya, Ibnu Abbas mengundang para rekan dan kerabatnya berkunjung ke rumahnya. Dia menyediakan mereka hidangan kue berbentuk sama, tetapi beraneka warna, mulai dari putih, coklat, kuning, dan hitam.
Ibnu Abbas mempersilakan para tamunya mencicipi hidangan itu.
“Wah, kue yang coklat ini lezat,” bisik seorang tamunya.
“Tetapi, kue yang putih ini juga nikmat,” bisik tamu lainnya. Tamu yang telah mencicipi kue coklat itu tidak percaya, lalu mencoba kue-kue yang disarankan rekan-rekannya.
“Nah, rasanya sama ‘kan dengan kue yang berwarna coklat tadi?” tanya seorang rekannya. Perbincangan para tamu berkutat pada kue yang beraneka warna, namun satu rasa, manis semua.
Akhirnya, Ibnu Abbas berbicara, “Saudara-saudaraku semua, saya sengaja memberi warna kue ini dengan warna putih, coklat, kuning, hitam, namun rasanya sama, manis semua. Begitu juga dengan istri-istri saudara. Meraka yang berkulit putih, coklat, kuning, dan hitam,walaupun berbeda warna, rasanya bisa saya pastikan sama semua.”
Rasulullah saw menganjurkan kepada mereka yang sudah beristri, jika melihat wanita lain lalu bernafsu, hendaknya segera pulang dan menunaikan kewajibannya sebagai suami terhadap istri. Apa yang dimiliki wanita lain juga ada pada istri kita. Sementara itu, terhadap mereka yang belum menikah, dalam hadisnya Rasulullah berkata, “Wahai para pemuda, siapa pun di antara Anda yang sudah mampu [memberi nafkah lahir batin] segeralah menikah. Sementara bagi yang belum mampu, lebih baik baginya berpuasa karena puasa dapat membendung hawa nafsu.” Dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal, nabi bersabda, “Pandangan [bernafsu] adalah anak panah yang beracun dari busur Iblis. Barangsiapa yang menahan pandangannya dari kemolekan wanita, Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari perjumpaannya dengan Allah.”


