Langkah Menuju Taqwa

Desember 7, 2007

Mengenai derajat taqwa, maka Allah-lah yang paling mengetahuinya. Yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat meraih derajat muttaqin di hadapan Allah SWT.

Ada 5 langkah menuju taqwa :

1. Mu’ahadah (mengingat perjanjian).
Dasarnya adalh QS An-Nahl (16) : 91.

2. Muroqobah (merasakan kesertaan Allah).
Di dalam sholat, tentu (semoga) kita measakan kesertaan Allah. Bukan hanya di dalam sholat, di luar sholat pun hendaknya demikian. Kita merasa diawasi oleh Allah. Selain itu, ada malaikat pencatat yang selalu menyertai dan mencatat amal2 kita dengan sangat jeli. Jika hal ini benar-benar diyakini, maka kuta tidak akan sempat untuk berbuat maksiat kepada-Nya.
Read the rest of this entry »

Ruhani-2:
Bagaimana cara Meningkatkan Kualitas ruhani?

Manusia adalah makhluk yang memiliki kecerdasan intelektiual, emosional dan spiritual, atau apa yang sekarang disebut IESQ. Oleh karena itu dalam meningkatkan kualitas ruhani, maka langkah-langkahnyapun harus mengikuti tahapan tiga kecerdasan tersebut.

Pertama;
Dalam mensikapi permasalahan berfikirlah logis, masuk akal. Kegunaan berfikir itu untuk (a) menjawab pertanyaan, (b) untuk mengatasi problem, (c) mengambil keputusan dan (d) menciptakan hal yang baru atau kreatifitas. Orang berfikir itu ada yang berfikir nalar atau realistis, ada yang tidak realistis, ada yang evaluatip, dan ada yang berfikir kreatip.. Ada tahapan dalam berfikir, yaitu berfikir, berzikir, kemudian tafakkur dan kemudian tadabbur. Banyak orang berfikir tetapi tidak tafakkur, banyak orang berzikir, juga belum tafakkur. Puncak dari tafakkur adalah tadabbur . Kata Nabi, jika aku diam itu karena mikir, jika aku berbicara , itu karena zikir dan jika aku melihat, itu karena mengambil pelajaran (an yakuna shumty fikran, wa nuthqy dzikran , wa bashary `ibratan)
Read the rest of this entry »

RUHANI-1: Ruhani itu apa ?

November 16, 2007

RUHANI-1
Ruhani itu apa ?

Manusia adalah makhluk yang memiliki dimensi jasmani dan ruhani, jiwa dan raga. Meski tubuh manusia juga memiliki kerumitan, tetapi ilmu yang berbicara tentang kesehatan tubuh sudah sangat maju, jumlah dokter sudah sangat banyak, industri obat juga sudah berkembang pesat. Sedang ilmu yang berbicara tentang dimensi ruhani manusia, masih jauh tertinggal, konsep keruhanian juga masih belum final perumusannya, ahli kesehatan ruhaninya bukan saja kurang tetapi juga tidak ada standarisasi. Ketika kita dipaksa harus menjawab pertanyaan; hakikat manusia sesungguhnya jasmaninya atau ruhaninya ? maka hampir pasti kita menjawab yang kedua. Sehari-haripun orang awam berkata, manusia itu yang penting kan hatinya, yang penting jiwanya.

Ruhani itu apa ?
Kata ruhani berasal dari kata ruh. Dalam bahasa Arab kalimat ruh mempunyai banyak arti. Disamping kata ruh ada kata (rih) yang berarti angin dan rauh – yang berarti rahmat. Ruh dalam bahasa Arab juga digunakan untuk menyebut jiwa, nyawa, nafas, wahyu, perintah dan rahmat. Jika kata ruhani dalam bahasa Indonesia digunakan untuk menyebut lawan dari dimensi jasmani, maka dalam bahasa Arab, kalimat (ruhaniyyun- ruhaniy) digunakan untuk menyebut semua jenis makhluk halus yang tidak berjasad, seperti malaikat dan jin, Dalam Al-Qur’an, ruh juga digunakan bukan hanya satu arti. Term-term yang digunakan Al-Qur’an dalam menyebut ruh, bermacam-macam.
Read the rest of this entry »

QS. An-Nisaa ayat 140

Oktober 24, 2007

An-Nisaa : 140

“Dan Sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalamkitab (Al-Qur’an)bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam.”

Ayat ini Allah SWT turunkan di Madinah, disaat bangunan Islam telah besar dan penduduk Madinah saat itu mayoritas orang beriman. Maka ketentuan di atas, merupakan arahan dan bimbingan Allah SWT terhadap orang beriman dalam berinteraksi dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Perlu diperhatikan bahwa sebelumnya ketika Islam belum besar, ia adalah ajaran baru yang di bawa Rasulullah SAW. Awalnya Rasulullah membawa Islam sendirian, lalu berangsur-angsur mengikutilah orang-orang terdekat Beliau. Masa itu menjadi ibrah untuk orang beriman dalam membangun komunitas yang sehat, adalah dimulai dari lingkup terdekat dan terkecil yang kemudian berangsur-angsur membesar dan menguat. Read the rest of this entry »