TEMPE, The superior soyfood from Indonesia
Desember 7, 2007

Makanan asli Indonesia, yang disebut dalam ‘Serat Centini’ dan buku “History of Java” karangan Sir Stanford Raffles bukan lagi santapan orang pinggiran.
Badan kesehatan dunia (WHO) bahkan mengakuinya sebagai makan berkhasiat yang dapat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit, setelah hasil penelitian tentang senyawa pembentuk tempe di sejumlah negara maju seperti AS, Jepang, Inggris dan Jerman berbuah positif.
Read the rest of this entry »
Antara Yang Tradisional dan Yang Modern di Bandung
November 29, 2007
ES CENDOL ELIZABETH
Awalnya es cendol ini dijual berkeliling di pusat kota Bandung, seperti Dago, Cigereleng, dan Dipatiukur. Tentu namanya belum seperti sekarang. Nama es cendol Elizabeth ini baru digunakan setelah tempat mangkalnya di jl. Otista, dibangun toko tas Elizabeth, tahun 1982.
“Dulu saya bahkan menyediakan es cendol secara gratis bagi setiap pengunjung atau rombongan yang datang ke toko Elizabeth setiap hari Sabtu dan Minggu,” kenang Rohman (39) sang pemilik. Tetapi teknik dagang seperti itu diubahnya sejak tahun 1985. Kini cendolnya bisa dinikmati dengan harga Rp. 1.000. Meski tak menyebut berapa gelas per hari yang berhasil dijualnya, tetapi dari jumlah bahan yang digunakan, kita bisa melihat cendol ini laku keras.
Setiap hari Rohman menghabiskan sekitar 25 kg tepung beras, 25 tepung sagu, dan 200 butir kelapa untuk dijadikan santan. Ia juga sering kewalahan menerima pesanan untuk pesta perkawinan. “Anak buah saya hanya 15 orang. Jadi, kalau ada 19 orang yang pesan untuk pesta kawin, misalnya, yang 4 terpaksa saya tolak.”
Read the rest of this entry »


